News

Momen Haru di Tebuireng! Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur Menjelang Hari Bhayangkara

×

Momen Haru di Tebuireng! Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur Menjelang Hari Bhayangkara

Sebarkan artikel ini
KAPOLRI ZIARAH
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat berziarah ke makam Prsiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid. (Dok. Polri)

KITAINDONESIASATU.COM – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kunjungan tersebut langsung menyita perhatian karena sarat makna sejarah dan pesan kuat tentang reformasi institusi kepolisian.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat pada Sabtu (20/6), Kapolri memanjatkan doa serta menaburkan bunga di pusara Gus Dur sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa yang dinilai memiliki peran besar dalam perjalanan demokrasi dan reformasi Indonesia, termasuk dalam penguatan kelembagaan Polri.

Momen ziarah itu menjadi lebih istimewa saat Kapolri tiba di kompleks makam dengan mengenakan peci dan disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Machfudz atau Gus Kikin. Sebelum berdoa, Kapolri juga menerima pengalungan surban yang menambah nuansa penuh penghormatan terhadap sosok Gus Dur.

Tak sekadar berziarah, kegiatan tersebut menjadi ajang refleksi mendalam atas nilai-nilai pengabdian, toleransi, dan profesionalisme yang selama ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Nama Gus Dur sendiri tak bisa dilepaskan dari sejarah reformasi sektor keamanan nasional. Saat menjabat Presiden RI ke-4 pada periode 1999–2001, Gus Dur mendorong berbagai langkah penting untuk memperkuat demokrasi, termasuk kebijakan monumental yang memisahkan institusi TNI dan Polri melalui Ketetapan MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000.

Kebijakan bersejarah itu menjadi tonggak penting dalam memperjelas fungsi pertahanan dan keamanan negara serta memperkuat profesionalisme aparat sesuai prinsip negara demokratis.

Selain dikenal sebagai pemimpin nasional, Gus Dur juga dikenang sebagai tokoh pluralisme yang konsisten memperjuangkan toleransi, keberagaman, dan persatuan di tengah perbedaan.

Ziarah Kapolri ke makam Gus Dur menjadi salah satu rangkaian penting menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan ini, Polri berupaya meneladani semangat para tokoh bangsa sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang semakin profesional kepada masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *