KITAINDONESIASATU.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi mulai berdampak pada sektor pertambangan pasir di Kabupaten Lumajang.
Para pelaku usaha mengaku harus menaikkan harga jual material bangunan karena biaya operasional alat berat mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir.
Harga pasir per truk kini dilaporkan meningkat tajam dibanding sebelumnya. Kondisi tersebut dipicu penggunaan solar nonsubsidi untuk operasional alat berat di lokasi tambang.
Sementara armada pengangkut pasir masih menggunakan bahan bakar subsidi sehingga biaya distribusi relatif stabil.
Dampak Kenaikan BBM pada Industri Konstruksi Lumajang
Kenaikan harga pasir turut memengaruhi usaha konstruksi dan produksi material bangunan.
Sejumlah pengusaha batako dan paving di Lumajang mulai menyesuaikan harga jual demi menjaga kualitas bahan baku yang digunakan.
Mereka memilih tetap memakai pasir berkualitas tinggi meski harga mengalami kenaikan signifikan.
Di sisi lain, permintaan pasar disebut masih belum stabil. Beberapa pengusaha mengaku berhati-hati menaikkan harga terlalu tinggi agar penjualan tidak semakin menurun. Kondisi tersebut membuat margin keuntungan pelaku usaha ikut tertekan.

