News

Harapan Orang Tua Patah, Anak Pamit Kerja kini Hilang di Kali Cengkareng

×

Harapan Orang Tua Patah, Anak Pamit Kerja kini Hilang di Kali Cengkareng

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tenggelam
Ilustrasi tenggelam (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah peristiwa mencekam menggegerkan kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (28/1). Seorang pemuda bernama Ilham Kaulid (22) dilaporkan nekat menceburkan diri ke Kali Cengkareng Drain dan hingga malam hari belum ditemukan.

Detik-detik menegangkan itu terekam dalam video amatir warga. Dalam rekaman tersebut, Ilham terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan saat berada di tengah derasnya aliran kali, sebelum akhirnya tenggelam dan hilang terbawa arus.

Salah satu saksi mata, Suwarno, mengungkapkan korban diduga melompat dari jembatan sebelum terseret arus ke tengah kali.

“Awalnya dia loncat dari jembatan. Enggak lama, tahu-tahu sudah pegangan tiang di tengah. Saya mau nolong pakai getek, tapi pas mau jalan, dia sudah lepas,” ujarnya.

Menurut Suwarno, korban sempat berusaha bertahan meski diketahui tidak bisa berenang. Dengan tenaga seadanya, Ilham berupaya menyelamatkan diri sambil mengandalkan gerakan tangan.

Warga sekitar sebenarnya berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat mereka tidak berani turun langsung ke kali.

“Yang mau nolong banyak, tapi arusnya bahaya. Dia sudah keburu di tengah,” katanya.

Petugas BPBD DKI Jakarta langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan perahu karet, menyusuri aliran Kali Cengkareng Drain. Namun hingga Rabu malam, korban belum berhasil ditemukan.

Di sisi lain, sang ayah, Nahuri, mengaku syok dan terpukul menerima kabar tersebut. Ia menyebut sebelum kejadian, Ilham sempat berpamitan untuk melamar pekerjaan ke kawasan Muara Baru bersama tetangganya.

“Berangkatnya baik-baik. Tahu-tahu temannya balik, ngasih kabar kalau anak saya nyebur ke kali,” ucapnya lirih.

Nahuri menduga anaknya tengah menghadapi masalah pribadi. Ia menyebut pernah menegur anaknya terkait persoalan hubungan yang sempat menjadi beban pikiran.

“Mungkin ada masalah yang dipendam,” ujarnya.

Dengan suara bergetar, Nahuri berharap anaknya masih bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

“Namanya orang tua, sedih pasti. Harapan saya kalau ditemukan masih hidup. Kalau memang sudah enggak ada, ya kami pasrah kepada Allah,” tuturnya.

Proses pencarian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan Kamis (29/1) pagi, mengingat kondisi gelap dan arus kali yang semakin deras. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *