KITAINDONESIASATU.COM- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Purwakarta bertekad mengawal kebijakan pemerintah yang menindas rakyat.
“Salah satu contohnya kenaikan Ppn 12 persen memiliki implikasi buruk kepada rakyat. Ojek online dan pekerja kecil lainnya ikut terdampak. GMNI akan bersama sama mereka untuk memperjuangkan agar hak hak mereka tidak terampas,” tegas Ketua Umum GMNI DPC Kabupaten Purwakarta, Pratama Yogaswara, kemarin.
Untuk itu,GMNI Purwakarta memberi pembekalan kepada puluhan kadernya bertempat di Aula Kantor Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta.
Menurutnya, arah politik GMNI fatsun terhadap ajaran Bung Karno yang memerhatikan kaum marhaen. Yang mana bila dulu, memerjuangan hak hak buruh, petani dan kaum tertindas lainnya.
“Sekarang juga sama. Sebagai kaum marhaenisme kita wajib hadir mengadvokasi atau memberi pendampingan agar hak mereka tidak terampas,” jelasnya.
Paham inilah, lanjut Yogaswara, yang akan ditularkan kepada kader baru GMNI Purwakarta.
Ia menilai gerak politik marhaenisme perlahan bergeser dan nyaris pudar. “Makanya hari ini kita pompa dalam kegiatan sehari bertajuk Kongkow Simposium Revitalisasi Marhaenisme Pada Garis Merah Bung Karno,” kata dia.
Selain kongkow simposium, lanjut dia, kegiatan diisi juga dengan konvoi bersepeda motor mengelilingi Kota Purwakarta dan berorasi di dua tempat yakni Patung Bung Karno Jalan Veteran dan Gedung DPRD Purwakarta Jalan Ir H Djuanda, Jatiluhur.
“Kita hanya ingin menyampaikan eksistensi GMNI untuk mengawal setiap kebijakan baik pemerintah pusat maupun Daerah yang tidak pro rakyat kecil,” pungkasnya. (Doel/Yo)


