KITAINDONESIASATU.COM- Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menggencarkan langkah pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok.
Melalui Pemerintah Kabupaten Bogor dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa digelar di sekitar Masjid Nurul Wathon, Cibinong, Kamis 26 Febuari 2027, guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus menekan laju inflasi, khususnya menjelang momentum keagamaan yang kerap diiringi kenaikan harga bahan pokok.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Sutriana, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan arahan Bupati Bogor untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah sesuai arahan Bapak Bupati melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor. Tujuannya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi,” jelasnya.
Pada tahun 2026, GPM Istimewa direncanakan akan dilaksanakan sekitar 50 kali oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah digelar kurang lebih tujuh kali. Selain itu, masing-masing kecamatan juga ditargetkan melaksanakan GPM sebanyak 11 kali dalam satu tahun. Jika ditotal, hingga akhir tahun pelaksanaan GPM diperkirakan mencapai sekitar 490 hingga 500-an kali kegiatan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“GPM Istimewa dilaksanakan jelang momentum HBKN seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, serta Natal dan Tahun Baru, mengingat pada periode tersebut harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan,” ungkapnya.
Adapun komoditas yang dijual dalam GPM meliputi beras, telur, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi, aneka sayuran, cabai, bawang, serta kebutuhan pokok lainnya. Harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi atau fasilitas distribusi pangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dengan besaran kurang lebih Rp4.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.
Pada pelaksanaan GPM Istimewa kali ini, kegiatan diikuti lebih dari 750 warga. Stok pangan yang disediakan antara lain beras sebanyak 5,5 ton, daging ayam 100 kilogram, daging sapi 100 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, telur 700 kilogram, gula 1.000 kilogram, aneka cabai 80 kilogram, serta aneka bawang 80 kilogram.
“Dalam pelaksanaannya, GPM tidak menggunakan sistem paket. Warga dapat membeli komoditas sesuai kebutuhan masing-masing, dengan pembatasan jumlah pembelian guna pemerataan, misalnya maksimal dua kemasan per orang untuk komoditas tertentu,” terang Sutriana.
Salah satu warga, Eka, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, GPM ini sangat membantu masyarakat, terutama karena harga sembako lebih murah dibandingkan di supermarket maupun di pasaran.
“Terima kasih pak Bupati Bogor, program ini benar-benar membantu kami, khususnya ibu-ibu rumah tangga,” ujar Eka.
Eka berharap ke depan jumlah sembako yang disediakan dapat diperbanyak dan pelaksanaannya diperluas ke lebih banyak wilayah serta diadakan secara rutin setiap bulan. Tingginya antusiasme warga, kata dia, terlihat dari antrean yang mencapai ratusan orang hingga stok cepat habis.
Rencananya, hingga menjelang Idul Fitri, GPM Istimewa akan kembali dilaksanakan sebanyak lima hingga tujuh kali, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, agar semakin banyak masyarakat Kabupaten Bogor yang merasakan manfaat program tersebut. (Nicko)
