Lebih lanjut, ia berharap kehadiran Sekolah Tani dapat membangkitkan kembali semangat pemuda untuk mencintai sektor pertanian, yang menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan bangsa.
“Kedaulatan pangan adalah hal yang sangat penting untuk negara ini. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kedaulatan energi dan air, karena energi yang diimpor dapat mengancam kedaulatan kita,” terang Dr. Endang.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk kehutanan dan kelautan, dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Dalam konteks pengelolaan hutan, ia mendorong pendekatan agroforestry agar ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.
“Agroforestry harus dikembangkan karena jika kita hanya fokus pada penanaman hutan, pangan akan kekurangan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung pentingnya penguatan sektor kelautan dan perikanan, terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor ikan dan garam.
“Meskipun di Bogor tidak ada laut, di Cianjur sudah ada pengelolaan garam yang baik. Kita ingin pemuda ikut mengawal keberlanjutan ini,” pungkasnya. (Nicko)


