KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengungkapkan pada Jumat, 17 Januari 2025, bahwa dua warga negara Prancis-Israel, Ofer Kalderon dan Ohad Yahalomi, termasuk di antara kelompok sandera pertama yang dibebaskan oleh Hamas setelah gencatan senjata dengan Israel.
Pembebasan mereka menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk melepaskan sandera yang telah ditahan sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Macron mengonfirmasi bahwa proses pembebasan ini dimulai setelah kesepakatan untuk penghentian sementara permusuhan.
Menurut kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pembebasan sandera yang ditahan di Gaza diperkirakan akan dimulai pada hari Minggu.
Dalam pengumuman tersebut, disampaikan bahwa sandera dari berbagai negara termasuk di antara mereka yang akan dibebaskan, dengan perhatian khusus pada warga negara Israel serta warga negara lain yang menjadi korban dalam konflik ini.
Proses pembebasan ini menjadi titik penting dalam upaya memperbaiki hubungan dan meredakan ketegangan antara Israel dan kelompok Hamas.
Sementara itu, pihak Israel diperkirakan akan segera mengikuti langkah Hamas dengan membebaskan sejumlah tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas, meskipun rincian lebih lanjut belum diumumkan.- ***
Sumber: The Guardian
