Penggabungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun basis data sosial ekonomi yang lebih terpadu.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Garut, Asep Nugraha, menjelaskan bahwa Bimtek DT-SEN memiliki tujuan lebih luas dari sekadar meningkatkan keterampilan teknis operator.
Kegiatan ini diarahkan untuk menyamakan pemahaman seluruh operator dalam mendukung kebijakan penanganan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut.
“Selain itu, kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi, mengoptimalkan peran operator SIKS-NG dalam pengelolaan DT-SEN, serta mewujudkan penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang terpadu, efektif, dan tepat sasaran,” jelas Asep.
Bimtek diikuti 442 operator SIKS-NG dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Garut. Agar penyampaian materi berjalan efektif, peserta dibagi menjadi empat kelompok sesi yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut.
Melalui pembekalan tersebut, Dinsos Garut berharap kualitas pengelolaan DT-SEN semakin baik sehingga kebijakan penanganan kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih tepat sasaran.***






