KITAINDONESIASATU.COM – Joe Biden menghadapi kritik, bahkan dari pendukungnya sendiri, setelah memberikan pengampunan kepada putranya, Hunter Biden.
Langkah ini menuai kecaman dari Partai Republik, terutama dari presiden terpilih Donald Trump, yang menyebutnya sebagai “kegagalan keadilan”.
Demikian ditulis The Guardian pada Senin, 2 Desember 2024.
Kritik dari kalangan Demokrat tampaknya lebih berpengaruh.
Jared Polis, Gubernur Colorado, menilai tindakan Biden merugikan reputasinya.
Ia memahami naluri Biden sebagai ayah, tetapi menyayangkan keputusan itu, menyebutnya sebagai preseden buruk yang dapat dimanfaatkan oleh presiden berikutnya.
Menurutnya, sebagai pemimpin negara, Biden seharusnya mengutamakan kepentingan bangsa di atas keluarga.
Hunter Biden sebelumnya dinyatakan bersalah atas kebohongan dalam aplikasi izin kepemilikan senjata ketika kecanduan kokain, serta penggelapan pajak.
Hukuman dijadwalkan bulan ini. Biden membela pengampunan tersebut, menyebut penuntutan terhadap Hunter bermotif politik dan tidak akan terjadi jika dirinya bukan presiden.
Namun, Greg Stanton, anggota DPR dari Demokrat, tidak setuju, menegaskan bahwa Hunter dihukum karena tindak pidana serius, bukan karena politik.
Beberapa tokoh, seperti Joe Walsh, mantan anggota Kongres Republik yang anti-Trump, khawatir tindakan Biden akan memperkuat posisi Trump.
Ia berpendapat bahwa pengampunan ini dapat digunakan Trump untuk membenarkan pengampunan terhadap sekutunya.
Jonathan Chait dari The Atlantic juga mengkritik langkah Biden, menilai keputusan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi yang ia perjuangkan.
Di sisi lain, beberapa Demokrat membela Biden. Eric Holder, mantan Jaksa Agung di bawah Obama, menyatakan bahwa kasus ini seharusnya tidak diajukan ke pengadilan jika Hunter bukan anak presiden.
Anggota DPR Jasmine Crocket juga mendukung Biden, membandingkan situasi ini dengan kasus hukum yang dihadapi Trump.
Ia menekankan bahwa Trump memiliki banyak tuduhan serius, termasuk melibatkan anggota kabinet dengan sejarah kekerasan seksual.
Sarah Longwell, seorang analis Partai Republik anti-Trump, mengingatkan bahwa tindakan Biden tetap salah, meskipun Trump lebih buruk.
Menurutnya, prinsip moral harus tetap dijaga dan tindakan ini perlu dikritik untuk memastikan integritas kepemimpinan.- ***
Sumber: The Guardian
