KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah mulai bergerak serius mengawasi konsumsi ikan yang diduga berisiko bagi kesehatan warga. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur bakal menggandeng Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta Timur untuk memperketat kontrol—terutama soal ikan sapu-sapu yang belakangan jadi sorotan.
Kepala Sudinkes Jaktim, Herwin Meifendy, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar wacana. Kolaborasi lintas dinas disiapkan untuk memastikan keamanan pangan dari hulu hingga ke meja makan masyarakat.
“Bukan cuma soal stunting, tapi juga pengawasan ikan yang berpotensi membahayakan kesehatan,” ujarnya, Rabu (22/4).
Selama ini, pengawasan lebih banyak menyasar pelaku usaha makanan. Tapi kini, fokus mulai diperluas ke sumber bahan baku—termasuk ikan yang beredar di pasaran.
Herwin mengingatkan, jika pengawasan hanya dilakukan di tahap akhir, hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu, sinergi dengan dinas teknis jadi kunci agar rantai distribusi pangan bisa diawasi secara menyeluruh.
Meski belum ada pemeriksaan khusus terhadap jenis ikan tertentu, rencana kolaborasi ini diyakini bakal jadi gebrakan besar dalam sistem pengawasan pangan di Jakarta Timur.
Tak hanya itu, pengawasan rutin tetap digencarkan, terutama saat momen rawan seperti Ramadan atau event besar dengan distribusi makanan massal. (*)
