KITAINDONESIASATU.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid, Desa Tanjung Mas Jaya, Kabupaten Mesuji, Lampung, menjadi sasaran kemarahan warga hingga berujung pada aksi pembakaran dan perusakan pada Sabtu (9/5/2026) malam.
Aksi anarkis ini diduga kuat dipicu oleh isu pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan atau pemilik pondok pesantren tersebut terhadap santrinya. Mereka berteriak agar pimpinan ponpes cepat meninggalkan ponpes tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menjelaskan bahwa sebelumnya massa telah memberikan tenggat waktu bagi pemilik ponpes untuk segera meninggalkan lokasi. Namun, karena warga mendapati pimpinan ponpes tersebut masih bertahan di sana, massa yang emosi akhirnya melakukan perusakan dan pembakaran bangunan.
Pihak kepolisian saat ini tengah menangani kasus tersebut dan telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran.
Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mendalami dugaan kasus pencabulan sekaligus mengusut aktor-aktor di balik aksi main hakim sendiri ini guna menjaga kondusivitas di wilayah Mesuji.(*)

