News

Diduga Ayannya Kambuh, Tewas di Kolam Pancing

×

Diduga Ayannya Kambuh, Tewas di Kolam Pancing

Sebarkan artikel ini
tewastenggelam
Ilustrasi seorang tenggelam di kolam pemancingan. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Diduga mengidap penyakit epilepsi (ayan), pria berinisial DS (35), warga Curug Kulon, Kabupaten Tangerang, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah danau di wilayah Kampung Ciangir RT 003/003, Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Minggu (19/4/2026) sekira pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Operasional Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Tangerang,  DS berada di lokasi pemancingan bersama temannya berinisial W.

Korban diduga mengalami kambuh penyakit epilepsi (ayan) secara tiba-tiba hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke danau. Kondisi tersebut membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya tenggelam.

Saksi mata yang berada di lokasi tidak dapat memberikan pertolongan secara langsung saat kejadian berlangsung. Teman korban segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan insiden tersebut kepada Babinsa setempat, yang selanjutnya diteruskan ke BPBD Kabupaten Tangerang.

Mendapat laporan dari Babinsa, tim BPBD dari Pos Damkar Legok langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan perahu fiber, serta penyisiran dasar danau menggunakan alat jangkar gancu.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Tim langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami menerima laporan dari warga melalui Babinsa, kemudian tim dari Pos Damkar Legok segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban,” ujar Achmad Taufik, kemarin.

Terkait peristiwa tersebut, masyarakat diminta agar lebih hati-hati saat beraktivitas di area perairan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, khususnya bagi yang memiliki riwayat penyakit seperti epilepsi, agar tidak beraktivitas sendirian di lokasi yang berisiko,” ujarnya.

Setelah dilakukan upaya pencarian selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 15.28 WIB dan jenazah dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *