News

Dari Singkong hingga Sukun, Bogor Angkat Pangan Lokal Lewat Lomba B2SA

×

Dari Singkong hingga Sukun, Bogor Angkat Pangan Lokal Lewat Lomba B2SA

Sebarkan artikel ini
Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Tanpa Sisa
Peserta dari enam kecamatan Kota Bogor menampilkan kreasi menu berbahan pangan lokal dalam Lomba Cipta Menu B2SA Tanpa Sisa. (KIS/IST)

KITAINDONESIASATU.COM– Upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan semakin digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Hal itu ditandai dengan dibukanya Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Tanpa Sisa oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi.

Tidak hanya itu, dalam momen yang sama Denny juga secara simbolis meluncurkan Duta Pangan Bogor Food Savior sebagai garda edukasi ketahanan pangan di tengah masyarakat.

Lomba yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor tersebut diikuti oleh perwakilan dari enam kecamatan. Hadir pula Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, yang turut menjadi juri bersama Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, serta Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat.

Dalam sambutannya, Denny Mulyadi menekankan bahwa kehadiran Duta Pangan merupakan langkah nyata Pemkot Bogor bersama para pemangku kepentingan dalam menyosialisasikan sekaligus mengedukasi masyarakat terkait ketahanan pangan, terutama pentingnya mengonsumsi pangan secara seimbang dan sesuai kebutuhan.

“Para duta ini diharapkan dapat memberikan edukasi secara masif tentang cara mengonsumsi makanan secara seimbang, tidak berlebihan dan tidak kurang. Selain itu juga mendorong pola hidup sehat, karena hal ini bisa berpengaruh pada kesehatan, meningkatkan angka harapan hidup, serta menjaga produktivitas,” ujar Denny Mulyadi di Kantor DKPP Kota Bogor, Kelurahan Cipaku, Rabu 24 September 2025.

Menurut Denny, melalui Lomba Cipta Menu B2SA Tanpa Sisa, masyarakat didorong untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi pangan lokal. Bahan-bahan seperti jagung, singkong, ubi jalar, pisang, hingga sukun yang tersebar di setiap kecamatan di Kota Bogor dapat diolah menjadi menu sehat sekaligus menjaga kemandirian pangan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *