Daerah

Sakit Hati dan Ancaman Uang Berujung Pembunuhan Pedagang Cilok di Tangerang

×

Sakit Hati dan Ancaman Uang Berujung Pembunuhan Pedagang Cilok di Tangerang

Sebarkan artikel ini
ilustrasi pembunuhan. (Ist)
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus pembunuhan brutal mengguncang Kabupaten Tangerang setelah seorang pedagang cilok berinisial P (33), ditemukan tak bernyawa di sebuah kontrakan di Desa Pasir Gadung, Cikupa. Fakta mengejutkan terungkap, aksi keji itu diduga dipicu rasa sakit hati yang sudah lama dipendam pelaku.

Polsek Cikupa, Polresta Tangerang, Polda Banten, mengungkap bahwa terduga pelaku MS (17) nekat menghabisi korban karena mengaku kerap diintimidasi dan dimintai uang. Polisi menyebut motif dendam menjadi pemicu utama tragedi berdarah tersebut.

“Hasil keterangan pelaku karena dendam. Pelaku sakit hati karena sering diintimidasi dan dimintai uang,” ujar Kanit Reskrim Polsek Cikupa, Ipda Syaiful Rusdiansyah, Minggu (7/6)

Lebih mengejutkan lagi, sebelum aksi pembunuhan terjadi, pelaku sempat menceritakan tekanan yang dialaminya kepada sang ayah berinisial BT (41). Bukannya meredam emosi, cerita itu justru berujung pada keputusan fatal.

Berdasarkan keterangan polisi, ayah dan anak tersebut kemudian mendatangi lokasi kontrakan korban dan melakukan aksi penyerangan menggunakan senjata tajam hingga korban tewas mengenaskan.

“Bercerita kepada bapaknya karena sering dimintai uang dan diancam, itu menurut keterangan pelaku,” tambahnya.

Polisi memastikan aksi tersebut dilakukan bersama-sama oleh dua orang yang masih memiliki hubungan keluarga. “Ya, berdua,” tegas Syaiful.

Usai kejadian, keduanya sempat berusaha melarikan diri. Namun pelarian itu terhenti setelah polisi berhasil menangkap mereka di Terminal Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6), saat diduga hendak kabur ke Salatiga, Jawa Tengah.

Sementara itu, hasil autopsi mengungkap fakta mengerikan. Korban ditemukan mengalami sedikitnya delapan luka sabetan senjata tajam, disertai luka memar akibat benda tumpul di beberapa bagian tubuh.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menyebutkan bahwa temuan forensik tersebut menjadi kunci penting dalam mengungkap kronologi pembunuhan sadis itu.

“Hasil pemeriksaan tim forensik menemukan delapan luka di tubuh korban dengan ukuran bervariasi akibat senjata tajam,” jelasnya.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk memperkuat proses penyidikan. Aparat memastikan kasus ini akan segera diungkap secara tuntas dalam waktu dekat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *