Daerah

Warga Bisa Bernapas Lega! Status Tsunami di Gorontalo Utara Resmi Berakhir

×

Warga Bisa Bernapas Lega! Status Tsunami di Gorontalo Utara Resmi Berakhir

Sebarkan artikel ini
gempa
Ilustrasi gempa.-Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Situasi mencekam yang sempat membuat warga Gorontalo Utara berlarian ke dataran tinggi akhirnya mereda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo memastikan status waspada tsunami resmi dicabut setelah gempa dahsyat Magnitudo 7,7 mengguncang laut Sulawesi.

Warga yang sebelumnya panik melakukan evakuasi mandiri kini mulai kembali ke rumah masing-masing setelah otoritas memastikan kondisi sudah aman terkendali.

“Alhamdulillah, peringatan tsunami sudah berakhir. Masyarakat yang sebelumnya mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sudah bisa kembali ke rumah masing-masing,” ujar Analis Kebencanaan BPBD Gorontalo, Moh Tahir Laendeng, Senin (8/6).

Sebelumnya, BPBD bersama Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah melakukan pemantauan ketat di sejumlah wilayah pesisir Gorontalo Utara usai muncul peringatan tsunami akibat gempa besar tersebut.

Petugas sempat menemukan kenaikan muka air laut di beberapa titik seperti Kecamatan Kwandang dan Kecamatan Ponelo Kepulauan. Namun, kondisi itu dipastikan tidak membahayakan permukiman warga.

“Air laut sempat surut lalu naik kembali, tetapi kenaikannya tidak signifikan, sekitar 0,27 meter,” jelas Tahir.

Meski tidak memicu kerusakan besar, warga pesisir, bantaran sungai, dan kawasan pantai sebelumnya tetap diminta mengungsi sementara demi keselamatan. Ribuan warga pun memilih bertahan di kawasan dataran tinggi sambil menunggu kabar resmi dari pemerintah.

Beruntung, hingga status peringatan tsunami dicabut, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat kenaikan air laut tersebut.

BPBD juga mengapresiasi respons cepat masyarakat yang patuh mengikuti arahan petugas saat proses evakuasi berlangsung. Situasi di Gorontalo Utara pun berhasil dikendalikan tanpa insiden besar.

Meski kondisi kini dinyatakan aman, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi bencana susulan dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah serta lembaga kebencanaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *