KITAINDONESIASATU.COM – Bayi laki-laki yang ditemukan warga di sekitar SMP Negeri 2 Arjasa, Kabupaten Jember, kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Soebandi.
Bayi tersebut sebelumnya dievakuasi ke Puskesmas Arjasa setelah ditemukan warga pada Kamis sore, 17 September 2026.
Camat Arjasa Abdul Kodir mengatakan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bayi mengalami berat badan lahir rendah atau BBLR.
Kondisi tersebut membuat bayi kemudian dirujuk ke RS Soebandi agar memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Selain BBLR, tenaga medis menemukan adanya luka pada bagian tali pusar bayi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemotongan tali pusar diduga tidak dilakukan menggunakan prosedur medis yang semestinya.
Polisi Masih Telusuri Orang Tua Bayi
Abdul Kodir menjelaskan, bayi ditemukan dalam keadaan hidup. Berdasarkan perkiraan tenaga medis, bayi tersebut kemungkinan telah berada di lokasi sekitar dua hingga tiga jam sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.
“Tali pusar bayi diketahui dipotong menggunakan alat tajam dan tidak sesuai standar medis. Sejumlah bagian tubuh bayi juga ditemukan mengalami gigitan serangga atau semut,” ujarnya Sabtu (26/9/ 2026).
Lokasi penemuan bayi berada di jalur menuju kawasan wisata Rembangan. Karena itu, pemerintah setempat belum dapat memastikan apakah pihak yang meninggalkan bayi tersebut berasal dari wilayah Arjasa atau daerah lain.
Abdul Kodir menyebut pemerintah desa juga telah melakukan penelusuran. Namun, sejauh ini belum ditemukan informasi mengenai warga sekitar yang diketahui sedang hamil dan berkaitan dengan penemuan bayi tersebut.
Sementara itu, kepolisian masih menyelidiki identitas orang tua maupun pihak yang meninggalkan bayi. Dinas Sosial juga dilibatkan untuk memastikan aspek perlindungan anak terpenuhi.




