Kepala Desa Kadongdong, Maoluddin Lapit, menyambut baik rencana pembangunan jembatan permanen tersebut.
Ia mengatakan jembatan itu menjadi akses vital masyarakat, terutama warga Desa Padahurip yang hendak menuju pusat kota maupun menjalankan aktivitas ekonomi.
Menurutnya, sejak jembatan lama hanyut pada 2022, masyarakat terpaksa menggunakan jembatan darurat hasil swadaya warga.
Kondisi tersebut dinilai cukup menyulitkan, terutama bagi pelajar, petani, dan warga yang membawa hasil pertanian.
“Ini akses utama masyarakat untuk sekolah, ke kota, dan mengangkut hasil pertanian,” ujarnya.
Pembangunan jembatan gantung permanen diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi warga sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalur penghubung antardesa tersebut.
Wilayah selatan Garut sendiri termasuk kawasan yang rawan terdampak banjir dan longsor saat musim hujan, sehingga pembangunan infrastruktur tahan bencana menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.***

