Ia juga berharap masyarakat mendukung proses pembangunan agar pengerjaan berjalan lancar sesuai rencana.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail, menjelaskan proyek tersebut masuk dalam program peningkatan aksesibilitas daerah terpencil yang dijalankan pemerintah pusat.
Program itu difokuskan untuk mendukung akses layanan pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Berdasarkan hasil kajian teknis, jembatan gantung yang akan dibangun memiliki panjang utama sekitar 80 meter.
Selain itu, akan dibangun bentang tambahan atau sayap sepanjang 13 meter di kedua sisi sehingga total panjang jembatan mencapai lebih dari 100 meter.
Agus menyebut salah satu tantangan pembangunan sebelumnya berada pada jalur pendekat atau oprit menuju lokasi jembatan.
Namun, persoalan itu kini mulai teratasi melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.
“Pembukaan akses jalur pendekat sedang dilakukan baik di Desa Kadongdong maupun Desa Padahurip,” katanya.

