KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan potensi sebaran awan Cumulonimbus (Cb) untuk periode 24–30 Juni 2026.
Informasi ini menjadi acuan penting bagi sektor penerbangan karena awan Cumulonimbus dikenal dapat memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, turbulensi, dan angin kencang.
Berdasarkan hasil pemodelan cuaca terbaru, BMKG memetakan tingkat cakupan awan Cumulonimbus ke dalam tiga kategori, yaitu Isolated (ISOL) dengan cakupan di bawah 50 persen, Occasional (OCNL) sebesar 50–75 persen, dan Frequent (FRQ) yang memiliki cakupan lebih dari 75 persen.
BMKG: Daftar Wilayah dengan Potensi Awan Cumulonimbus Tertinggi
Kategori Frequent (FRQ) atau potensi tertinggi tercatat di beberapa wilayah berikut:
- Provinsi Kalimantan Barat
- Laut Natuna Utara
- Samudra Hindia barat Aceh
- Selat Karimata bagian utara
Sementara itu, kategori Occasional (OCNL) diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, meliputi Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua, hingga Maluku.
