News

Beras Oplosan Dijual dengan Harga Tinggi, DPR Minta Satgas Pangan Tak Tinggal Diam

×

Beras Oplosan Dijual dengan Harga Tinggi, DPR Minta Satgas Pangan Tak Tinggal Diam

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 14
Beras oplosan

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus beredarnya beras oplosan dalam kemasan karung bermerek SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) tengah menjadi sorotan publik.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyatakan kekhawatirannya terhadap praktik curang tersebut.

Ia menilai tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat dan mencoreng upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Ini jelas merugikan konsumen dan bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap program pangan pemerintah. Masyarakat berhak menerima beras yang layak konsumsi, bukan beras rusak yang dikemas ulang dengan karung SPHP,” ujar Daniel, seperti ditulis Parlementaria pada Rabu (30/7/2025).

Menurut Daniel, praktik tersebut tidak hanya merupakan pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk penipuan yang mencatut nama program resmi pemerintah.

Ia mendesak Perum Bulog untuk memperketat pengawasan, khususnya dalam penggunaan karung SPHP yang mulai disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Bulog harus segera menutup celah penyalahgunaan karung SPHP demi menjaga kredibilitas program stabilisasi pangan dan melindungi masyarakat dari aksi penipuan,” lanjut politisi Fraksi PKB tersebut.

Daniel juga meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Pangan segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas.

Ia menekankan bahwa mafia beras yang merusak kualitas dan memainkan harga harus diberantas tanpa toleransi.

“Satgas Pangan tidak boleh tinggal diam. Praktik curang yang hanya mementingkan keuntungan tanpa memperhatikan kualitas pangan dan hak konsumen harus diberantas habis,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Komisi IV DPR RI akan terus memantau perkembangan kasus ini serta mendorong adanya tindakan hukum yang tegas dan perbaikan sistem distribusi untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *