News

Anies Baswedan Tulis Ulasan Puitis Film SORE, Tuai Pujian dan Sindiran

×

Anies Baswedan Tulis Ulasan Puitis Film SORE, Tuai Pujian dan Sindiran

Sebarkan artikel ini
Anies Baswedan Tulis Ulasan Puitis Film SORE, Tuai Pujian dan Sindiran
Anies Baswedan Tulis Ulasan Puitis Film SORE, Tuai Pujian dan Sindiran

KITAINDONESIASATU.COM – Pada 26 Juli 2025, Anies Baswedan membagikan momen usai menonton film SORE: Istri dari Masa Depan melalui akun Twitter miliknya. Dalam unggahan tersebut, tampak ia bersama sang istri, Fery Farhati, berdiri di depan poster film karya Yandy Laurens tersebut.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu turut memberikan ulasan positif untuk film yang dibintangi Sheila Dara dan Dion Wiyoko. Dalam cuitannya, Anies menulis:

“Tanya: perlu berapa kali menonton Sore agar perasaan manis getirnya tak lagi mencekat dan menetap dalam benak? Terima kasih utk semua yg terlibat menghadirkan kisah ini dan membuat kita turut tenggelam dalam perjalanan Sore, Jo, dan Waktu. Ini film yg harus dialami berulang kali.”

Ketika ditanya salah satu warganet tentang pendapatnya, Anies menjawab bahwa film SORE tidak hanya memanjakan visual, tetapi juga menyisakan perenungan mendalam. Bahkan, ia menyebut perasaannya tak terungkapkan dengan kata-kata.

Ia lalu memberi analogi yang terinspirasi dari film itu sendiri:

“Film Sore, dengan segala kompleksitasnya, adalah Jo. Kita adalah Sore, yang enggan berlalu dari film ini. Dan, Yandy adalah Waktu, yang mengizinkan dan memungkinkan kita mengalami perasaan bersama film ini, berulang kali.”

Cuitannya viral dan banyak warganet memintanya bergabung di Letterboxd, platform ulasan film. Menanggapi antusiasme itu, Anies pun mengumumkan:

“Memenuhi banyak sekali permintaan, ini akun Letterboxd saya ya.”

Namun tak semua tanggapan positif. Gamila Arief, istri Pandji Pragiwaksono, menyindir lewat cuitan:

“Para politisi (atau yang ingin menjadi politisi) yang berusaha menjadi gaul, nggak akan pernah bisa aku mengerti.”

Cuitannya dianggap menyinggung Anies, meski ia kemudian mengklaim menyebut “politisi” dalam bentuk jamak. Penjelasan tersebut justru memicu lebih banyak kritik dari warganet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *