KITAINDONESIASATU.COM – Badan Geologi Kementerian ESDM mengeluarkan peringatan mengenai potensi longsor susulan di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat, menyusul serangkaian kejadian longsor yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyampaikan di Jakarta pada Senin, 26 Mei 2026, bahwa Desa Pasirmunjul telah mengalami sedikitnya tiga kali pergerakan tanah. Longsor terbaru terjadi pada 19 Mei 2025 dan tergolong dalam kategori rayapan, yang menyebabkan retakan pada permukaan tanah serta bangunan di sekitar area terdampak.
Hasil analisis serta data lapangan dari tim Badan Geologi menunjukkan bahwa wilayah tersebut masuk dalam zona dengan tingkat kerentanan menengah hingga tinggi terhadap pergerakan tanah, sehingga warga dan pihak berwenang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Ada sebanyak 41 rumah mengalami rusak ringan, lima rusak sedang, dan dua rusak berat,’’ Ujar Wafid, Senin.
Ia mengimbau kepada warga Desa Pasirmunjul meningkatakan kewaspadaan, terutama saat turun hujan, dan menghindari menenempati bagian rumah yang mengalami rusak berat karena dikhawatirkan potensi ambruk. (*)


