News

Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik

×

Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik

Sebarkan artikel ini
haji 3
Ilustrasi ibadah haji. - Ist -

KITAINDONESIASATU.COM – Hari Tasyrik adalah istilah dalam agama Islam yang merujuk pada tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Hari-hari ini memiliki keistimewaan tersendiri dan sangat ditekankan untuk diisi dengan berbagai amalan baik.

Salah satu ciri khas Hari Tasyrik adalah larangan berpuasa. Rasulullah SAW bersabda, “Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” Hal ini mengindikasikan bahwa umat Muslim dianjurkan untuk menikmati hidangan, terutama daging kurban, sebagai bentuk syukur atas karunia Allah.

Secara etimologi, kata “tasyrik” berasal dari bahasa Arab “syarraqa” yang berarti “matahari terbit” atau “menjemur sesuatu”. Ada beberapa pendapat mengenai asal penamaan ini, salah satunya adalah karena pada hari-hari ini, umat Muslim zaman dahulu menjemur daging kurban untuk diawetkan.

Pendapat lain menyebutkan bahwa tasyrik merujuk pada waktu penyembelihan kurban yang dimulai setelah matahari terbit.

Selain makan dan minum, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir, takbir, dan berdoa pada Hari Tasyrik. Waktu ini juga masih diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurban bagi yang belum melaksanakannya pada Hari Raya Idul Adha.

Hari Tasyrik menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *