News

5 Fakta Konflik Thailand vs Kamboja, 12 Tewas dan Jet Tempur Dikerahkan

×

5 Fakta Konflik Thailand vs Kamboja, 12 Tewas dan Jet Tempur Dikerahkan

Sebarkan artikel ini
perang
dua negara asean yakni thailand dan kamboja terlibat perang terbuka. -tangkapan layar-

KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan lama antara Thailand dan Kamboja kembali meletus dalam insiden mematikan pada Kamis (24/7/2025). Kontak senjata terjadi di sekitar Candi Prasat Ta Muen Thom, wilayah perbatasan yang selama ini rawan konflik. 

Baku tembak antara militer kedua negara menewaskan sedikitnya 12 orang yang terdiri dari 11 warga sipil Thailand dan satu anggota militer. 

Militer Kamboja dituduh memulai serangan dengan artileri berat dan roket BM-21, yang kemudian dibalas oleh Thailand dengan pengerahan enam pesawat tempur F-16.

5 Fakta Konflik Militer Thailand vs Kamboja

1. Baku Tembak Meletus di Perbatasan Candi Prasat Ta Muen Thom

Kontak senjata terjadi pada Kamis (24/7/2025) sekitar pukul 07.35 waktu setempat di wilayah perbatasan antara Provinsi Surin (Thailand) dan Oddar Meanchey (Kamboja), tepatnya di sekitar Candi Prasat Ta Muen Thom. 

Konflik dipicu oleh kehadiran drone militer Kamboja yang terdeteksi di kawasan sensitif, disusul pergerakan enam tentara Kamboja bersenjata lengkap ke arah pangkalan Thailand.

2. Korban Tewas: 12 Jiwa, Termasuk Warga Sipil

Serangan artileri dari Kamboja menewaskan 12 orang, yang terdiri dari 11 warga sipil dan 1 tentara Thailand, menurut pernyataan Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsuthin. 

Serangan juga menyebabkan beberapa warga dan tentara lainnya mengalami luka serius akibat tembakan roket BM-21 Grad ke permukiman dan fasilitas militer Thailand.

(Sumber : The Guardian) 

3. Thailand Kerahkan Pesawat Tempur F-16

Ketegangan memuncak dalam sekejap. Pukul 08.50 WIB sebagai respons terhadap rentetan serangan dari pihak Kamboja, Thailand mengerahkan enam jet tempur F-16 untuk menggempur target-target di wilayah Kamboja. Serangan balasan ini terjadi setelah pangkalan militer Moo Pa dan wilayah Don Tuan di Provinsi Sisaket diberondong roket. 

Serangan udara Thailand memperluas eskalasi dan menciptakan kekhawatiran regional.

(Sumber : Bangkok Post)

4. Kamboja Tuduh Thailand Langgar Hukum Internasional

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mengajukan protes resmi ke Dewan Keamanan PBB, menyebut tindakan Thailand sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan Piagam ASEAN. Ia menyatakan bahwa serangan tersebut melanggar prinsip non-agresi dan mengancam perdamaian kawasan. Manet juga menegaskan bahwa serangan menyasar situs-situs sensitif seperti Kuil Ta Mone Thom dan Preah Vihear.

5. Akar Sengketa: Perselisihan Perbatasan Berusia Lebih dari 100 Tahun

Ketegangan ini merupakan babak baru dari konflik perbatasan yang telah berlangsung sejak era kolonial Perancis. 

Meski Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan Kuil Preah Vihear milik Kamboja sejak 1962, Thailand menolak hasil tersebut dan menggunakan peta versi sendiri. Sengketa wilayah ini telah memicu beberapa konflik bersenjata sebelumnya, termasuk insiden berdarah pada tahun 2008 dan 2011. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *