KITAINDONESIASATU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru setelah pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepemimpinan baru langsung melakukan sejumlah penyesuaian strategi untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan manfaatnya lebih tepat sasaran.
Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan MBG yang telah berjalan di berbagai daerah.
Fokus utama kebijakan baru adalah meningkatkan kualitas layanan, memperbaiki tata kelola dapur, serta memperluas jangkauan program ke wilayah yang lebih membutuhkan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi peningkatan gizi masyarakat.
Empat Kebijakan Baru Program MBG
Berikut empat perubahan penting dalam program Makan Bergizi Gratis setelah pergantian pimpinan BGN:
- Moratorium pembangunan dapur baru
Pendaftaran dan pembangunan dapur MBG baru dihentikan sementara untuk memberikan waktu evaluasi terhadap dapur yang sudah beroperasi. - Kualitas lebih diutamakan dibanding kuantitas
Fokus program kini diarahkan pada peningkatan mutu makanan, kebersihan dapur, serta kualitas pelayanan daripada mengejar jumlah penerima manfaat yang besar. - Prioritas untuk ibu hamil, balita, dan anak usia sekolah dasar
Kelompok yang berada pada masa penting pertumbuhan dan perkembangan menjadi sasaran utama intervensi gizi. - Wilayah 3T menjadi fokus pengembangan
Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar mendapat perhatian lebih agar pemerataan manfaat program dapat terwujud.


