KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah memastikan harga BBM subsidi dan elpiji bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026 meski kondisi ekonomi global tengah mengalami tekanan.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di tengah tingginya harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS sehingga memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar dan gas subsidi.
Namun pemerintah menegaskan tetap mempertahankan kebijakan subsidi demi menjaga daya beli masyarakat.
Bahlil menyatakan pemerintah mengikuti arahan Presiden untuk tetap berpihak kepada rakyat di tengah situasi global yang belum stabil.
Menurutnya, menjaga harga energi tetap terjangkau menjadi langkah penting untuk menahan tekanan ekonomi domestik.
Pemerintah Fokus Jaga Daya Beli BBM
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas komitmen pemerintah yang sebelumnya juga disampaikan pada pertengahan Mei 2026.
Pemerintah menilai stabilitas harga BBM dan elpiji subsidi penting untuk menjaga kondisi ekonomi masyarakat tetap aman.

