Lifestyle

Ubi Yam vs Ubi Jalar: Kenali Perbedaan dan Manfaat Kesehatannya

×

Ubi Yam vs Ubi Jalar: Kenali Perbedaan dan Manfaat Kesehatannya

Sebarkan artikel ini
ubi jalar
Ubi jalar (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Selain ubi jalar, ada jenis ubi lain yang juga kaya manfaat bagi kesehatan, yaitu ubi yam.

Ubi ini disebut-sebut memiliki potensi dalam mencegah penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Lantas, apa sebenarnya ubi yam, dan apa manfaatnya?

Perbedaan Ubi Jalar dan Ubi Yam

Banyak orang mengira bahwa ubi jalar dan ubi yam adalah jenis yang sama. Namun, menurut Health Digest (9/2/2025), keduanya sebenarnya berbeda.

Penulis buku Sweet Potatoes, Mary-Frances Heck, menjelaskan bahwa sebagian besar ubi yang disebut “yam” di toko-toko di Amerika Serikat sebenarnya adalah ubi jalar berdaging oranye.

Perbedaan utama antara keduanya terletak pada warna dan teksturnya.

Ubi yam memiliki kulit kasar berwarna coklat dengan daging berwarna putih, sementara ubi jalar lebih halus dengan warna daging yang lebih cerah.
Meskipun berbeda dalam tampilan, kedua jenis ubi ini sama-sama kaya akan vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.

Kandungan Antioksidan dalam Ubi Yam dan Potensi Pencegahan Kanker

Seperti ubi jalar, ubi yam juga merupakan sumber antioksidan yang diyakini memiliki sifat antikanker.
Studi yang diterbitkan dalam Planta Medica tahun 2002 menunjukkan bahwa ekstrak ubi yam memiliki sifat antioksidan dan antiradikal.

Selain itu, penelitian dalam Preventive Nutrition and Food Science tahun 2014 menemukan bahwa pemberian ubi yam pada hewan percobaan dapat secara signifikan menghambat pertumbuhan tumor di usus besar.

Sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dimiliki yam diduga berkontribusi terhadap efek ini, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaatnya pada manusia.

Kalium dalam Ubi Yam dan Manfaatnya bagi Kesehatan Jantung

Satu cangkir ubi yam mengandung sekitar 19 persen dari kebutuhan kalium harian yang direkomendasikan.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Advances in Nutrition tahun 2013, terdapat hubungan antara asupan kalium dan penurunan tekanan darah, yang berkontribusi pada penurunan risiko stroke serta penyakit kardiovaskular lainnya.

Namun, para ahli juga mengingatkan bahwa konsumsi garam yang berlebihan dapat mengurangi manfaat kalium bagi kesehatan jantung. Oleh karena itu, keseimbangan asupan nutrisi tetap perlu diperhatikan.

Selain kalium, ubi yam juga mengandung diosgenin, yaitu fitoestrogen atau senyawa estrogen nabati.
Studi dalam Diabetes, Metabolic Syndrome, and Obesity tahun 2019 menemukan bahwa diosgenin dapat menurunkan kadar kolesterol, terutama kolesterol LDL atau yang dikenal sebagai kolesterol “jahat”, pada tikus percobaan.

Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah efek serupa juga terjadi pada manusia.

Dengan kandungan nutrisi yang kaya dan berbagai manfaat kesehatannya, ubi yam bisa menjadi pilihan makanan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *