Salah satu fokus yang ingin dikaji lebih lanjut adalah bagaimana piruvat berkontribusi terhadap pembentukan dan penumpukan trigliserida di hati. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan terapi maupun pendekatan berbasis pola makan.
Profesor Harada mengatakan, “Kami berharap di masa depan dapat menjelaskan mekanisme bagaimana piruvat mendorong akumulasi trigliserida, untuk membuka jalan bagi pengembangan obat-obatan terapeutik dan penciptaan metode pencegahan melalui intervensi diet.”
Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui apakah mekanisme tersebut juga berperan penting dalam perkembangan penyakit hati berlemak pada manusia, sekaligus menilai kemungkinan penerapannya dalam pengobatan.
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menjaga Kesehatan Hati?
Walaupun hasil penelitian ini masih terbatas pada tikus dan sel hati tikus, masyarakat tetap dapat mengambil langkah umum untuk menjaga kesehatan hati dan metabolisme tubuh.
Salah satunya adalah membatasi konsumsi minuman berpemanis, seperti soda dan minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi. Fruktosa juga terdapat secara alami dalam buah utuh, tetapi buah mengandung serat dan zat gizi lain sehingga tidak bisa disamakan begitu saja dengan minuman manis atau produk olahan tinggi gula.
Menjaga berat badan yang sehat, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta mengendalikan kadar gula darah juga merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan metabolisme.



