Piruvat merupakan senyawa yang terbentuk dalam proses metabolisme energi. Dalam penelitian ini, perubahan mikrobiota usus diduga berkaitan dengan meningkatnya kadar piruvat di saluran pencernaan.
Takahashi, salah satu peneliti yang dikutip dalam laporan tersebut, menjelaskan bahwa perubahan mikrobiota usus dapat meningkatkan kadar piruvat. Percobaan lanjutan pada sel hati yang diambil dari tikus kemudian menunjukkan adanya interaksi antara senyawa tersebut dan fruktosa.
“Dalam menyelidiki mekanisme ini, kami menemukan bahwa perubahan pada mikrobiota usus menyebabkan peningkatan kadar piruvat di dalam usus. Eksperimen pada sel hati primer yang diambil dari tikus mengungkapkan bahwa piruvat bekerja secara sinergis dengan fruktosa untuk mendorong akumulasi lemak netral di sel hati.”
Secara sederhana, hasil percobaan tersebut menunjukkan bahwa perubahan bakteri usus mungkin memengaruhi metabolisme yang berlangsung di hati. Ketika kadar piruvat meningkat dan berinteraksi dengan fruktosa, penyimpanan lemak di dalam sel hati dapat bertambah.
Meski demikian, mekanisme ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bagaimana proses serupa berlangsung pada manusia.
Peluang Baru untuk Pencegahan Penyakit Hati Berlemak
Temuan tersebut membuka peluang bagi penelitian berikutnya untuk mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan penyakit hati berlemak dengan memahami hubungan antara hormon, asupan makanan, dan mikrobiota usus.



