Lifestyle

Tari Danda, Warisan Budaya Ceria dari Boven Digoel

×

Tari Danda, Warisan Budaya Ceria dari Boven Digoel

Sebarkan artikel ini
FotoJet 6 21
Tari Danda

KITAINDONESIASATU.COM – Kabupaten Boven Digoel di Provinsi Papua bukan hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang patut dijelajahi.

Salah satu daya tarik budaya yang menarik perhatian wisatawan adalah Tari Danda, sebuah tarian tradisional khas yang sering dipertunjukkan dalam berbagai acara adat, seperti pesta babi, upacara pernikahan, atau penyambutan tamu istimewa.

Bagi para wisatawan, menyaksikan tarian ini secara langsung bisa menjadi pengalaman tak terlupakan saat berlibur ke Boven Digoel.

Dalam bahasa lokal, Tari Danda berarti “tarian pesta”. Tarian ini berasal dari Suku Muyu Mandobo dan dikenal sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Umumnya ditampilkan saat tradisi Barapen (pesta bakar batu), tari ini kini juga sering dipertontonkan untuk wisatawan.

Tari Danda dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan yang mengenakan pakaian adat.

Beberapa penari juga memainkan alat musik tradisional seperti gendang dan tifa, menciptakan suasana meriah dan penuh semangat.

Berbeda dari Tari Jook, yang juga berasal dari suku yang sama, Tari Danda memiliki gerakan khas yang meniru gerakan ikan.

Para penari menghias tubuh mereka dengan pasta berwarna kuning, merah, dan putih, atau bahkan arang, serta mengenakan hiasan kepala dari bulu burung kasuari dan kakatua putih.

Ikat pinggang mereka dibuat dari daun nibung, menambah keaslian tampilan tradisional.

Menurut kisah lokal, Tari Danda terinspirasi dari seorang pria yang sedang mencari ikan di daerah Sero.
Saat hanya mendapat satu ekor ikan, ia justru melepaskannya, lalu mengenakan pakaian adat dan menari untuk memanggil ikan lainnya.

Keajaiban pun terjadi, ikan berdatangan dalam jumlah banyak.

Sejak itu, gerakan meniru ikan menjadi inti dari tarian ini.

Waktu terbaik untuk menikmati Tari Danda adalah saat acara-acara adat seperti Barapen, pernikahan, atau penyambutan tamu.

Wisatawan juga bisa memperoleh suvenir khas seperti Tifa, Noken, busur, dan barang tradisional lainnya saat menghadiri pertunjukan.

Selain menyaksikan Tari Danda, wisatawan bisa menjelajah Pulau Owi dan Kamp Boven Digoel.

Untuk mencapainya, perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Jayapura melalui Bandara Internasional Soekarno–Hatta ke Bandara Sentani, memakan waktu sekitar 5 jam 15 menit.

Dari sana, dilanjutkan penerbangan ke Bandara Tanah Merah di Boven Digoel dengan pesawat kecil (ATR) yang memakan waktu sekitar 1 jam.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *