Lifestyle

Taman Nasional Kayan Mentarang, Harta Karun Biodiversitas Kalimantan

×

Taman Nasional Kayan Mentarang, Harta Karun Biodiversitas Kalimantan

Sebarkan artikel ini
FotoJet 11 3
Taman Nasional Kayan Mentarang

KITAINDONESIASATU.COM – Dengan luas mencapai 1.360.500 hektare, Taman Nasional Kayan Mentarang merupakan hamparan hutan primer dan sekunder tua terluas yang masih tersisa di Kalimantan, bahkan di Asia Tenggara.

Kawasan ini menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa, mencakup spesies langka dan dilindungi, serta berbagai tipe ekosistem mulai dari hutan hujan dataran rendah hingga hutan berlumut di pegunungan tinggi.

Keanekaragaman flora di taman ini mencakup pohon-pohon penting seperti pulai (Alstonia scholaris), jelutung, ramin, agathis, kayu ulin, pernis, gaharu, hingga tanaman aren, anggrek, palem, dan kantong semar.

Beberapa tanaman di antaranya bahkan belum teridentifikasi dan diduga merupakan spesies baru di Indonesia.

Di sisi fauna, tercatat sekitar 100 jenis mamalia, termasuk 15 spesies endemik, serta 8 jenis primata.

Lebih dari 310 jenis burung hidup di kawasan ini, dengan 28 di antaranya merupakan burung endemik Kalimantan yang terancam punah menurut Komite Internasional untuk Perlindungan Burung (ICBP).

Satwa langka yang dapat ditemukan meliputi macan dahan, beruang madu Kalimantan, lutung dahi putih, dan banteng Kalimantan.

Sungai-sungai seperti Bahau, Kayan, dan Mentarang menjadi jalur utama menuju taman nasional ini.

Sepanjang perjalanan sungai, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam liar serta menyaksikan aksi perahu tradisional (longboat) bermanuver di jeram dan arus deras.

Sekitar 20.000 hingga 25.000 masyarakat adat Dayak, seperti Suku Kenyah, Punan, Lun Daye, dan Lun Bawang, tinggal di sekitar kawasan taman nasional.

Mereka mewarisi pengetahuan lokal yang selaras dengan prinsip konservasi.

Salah satu bentuknya adalah pelestarian beragam jenis padi yang diwariskan antargenerasi untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Taman ini juga menyimpan kekayaan sejarah, seperti makam tua dan artefak batu berusia lebih dari 350 tahun, menjadikannya situs arkeologi penting di Kalimantan.

Perjalanan dimulai dari Samarinda ke Tarakan dengan pesawat (sekitar satu jam), lalu dilanjutkan dengan speed boat atau klotok menyusuri Sungai Mentarang selama 6 jam hingga satu hari, tergantung kondisi perjalanan.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *