Kepada Asharq Al-Awsat, Fathi mengatakan bahwa konser Shakira di Piramida Giza memiliki makna lebih luas karena berkaitan dengan citra pariwisata dan posisi budaya Mesir di mata dunia.
Menurutnya, sebagian masyarakat memang menyukai Shakira. Namun, besarnya perhatian terhadap penundaan ini juga dipengaruhi kekhawatiran mengenai dampak situasi regional terhadap penyelenggaraan acara internasional di Mesir.
Fathi menambahkan, penundaan untuk kedua kalinya dalam tahun yang sama membuat reaksi publik semakin besar.
Perhatian masyarakat pun tidak hanya tertuju pada kekecewaan terhadap jadwal baru, tetapi juga pada pertanyaan mengenai pengaruh kondisi kawasan terhadap acara seni berskala besar.
Ia menilai, lokasi konser yang direncanakan berlangsung di kawasan Piramida Giza memberikan nilai simbolis tersendiri.
Kehadiran penyanyi dunia di situs bersejarah tersebut dipandang sebagai kesempatan untuk memperlihatkan perpaduan sejarah, seni, dan pariwisata Mesir.


