Ubi jalar mengandung dua jenis serat sekaligus, yaitu serat yang larut dalam air dan serat yang tidak larut. Kombinasi keduanya bekerja secara efektif untuk memperbaiki pola buang air besar serta mencegah terjadinya masalah sembelit.
Mengonsumsinya di pagi hari dianggap waktu yang tepat karena dapat membantu sistem pencernaan kembali bekerja dengan lancar dan optimal setelah beristirahat sepanjang malam.
Roxana Ehsani, seorang ahli gizi terkemuka di Amerika Serikat, menegaskan bahwa serat yang berasal dari bahan makanan alami memegang peranan sangat penting dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan mikroorganisme yang hidup di dalam usus.
Mikrobioma usus yang sehat diketahui berkaitan erat dengan daya tahan tubuh yang kuat dan penyerapan nutrisi yang baik.
2. Membantu Menstabilkan Kadar Gula Darah
Meskipun memiliki rasa yang manis alami, ubi jalar tergolong makanan dengan tingkat indeks glikemik yang sedang. Hal ini berkat kandungan seratnya yang cukup tinggi, yang berfungsi memperlambat proses penyerapan glukosa ke dalam aliran darah.
Akibatnya, kadar gula darah tidak akan melonjak secara drastis dan tiba-tiba setelah makan.



