KITAINDONESIASATU.COM – Pulau Poya Lisa terletak di dalam wilayah Taman Nasional Kepulauan Togean, tepatnya di Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Meski berada di kawasan konservasi yang terkenal, nama pulau ini masih jarang muncul dalam daftar destinasi wisata utama Togean.
Pulau ini berstatus sebagai pulau pribadi yang dimiliki oleh Ismail, seorang perawat yang tinggal di Bomba.
Dahulu, pulau ini dikenal dengan nama Pulau Poya, diambil dari nama orang pertama yang menanam pohon kelapa di sana, dan menjadi pemilik awalnya.
Beberapa waktu lalu, Ismail membeli pulau tersebut dari ahli waris keluarga Poya.
Nama “Lisa” ditambahkan setelah seorang wisatawan asal Jerman bernama Lisa tinggal selama sebulan di pulau itu.
Ia sangat terpesona oleh keindahannya, dan meminta agar namanya diabadikan sebagai bagian dari nama pulau tersebut.
Maka lahirlah nama Pulau Poya Lisa.
Pulau kecil ini memiliki pasir putih yang bersih, laut biru yang jernih, serta deretan pepohonan hijau yang meneduhkan di sepanjang garis pantainya.
Tempat ini sangat cocok untuk aktivitas seperti snorkeling, menyelam, atau sekadar mengelilingi pulau dengan perahu.
Keindahan bawah lautnya tak kalah memukau dibandingkan lokasi lain di kawasan Togean.
Karena bersifat privat, pulau ini hanya dihuni oleh pengelola dan keluarganya, menciptakan suasana yang tenang dan nyaman, cocok bagi mereka yang mencari ketenangan.
Tersedia beberapa pondok yang dikelola langsung oleh Bapak Ismail, dengan tarif sekitar Rp150.000 per orang per malam, sudah termasuk tiga kali makan.
Pulau ini juga dilengkapi fasilitas dasar seperti air bersih dan kamar mandi.
Untuk mencapai Pulau Poya Lisa, perjalanan dapat dimulai dari Kota Palu.
Rutenya adalah Palu – Ampana – Pulau Bomba – Pulau Poya Lisa. Dari Palu ke Ampana bisa ditempuh lewat jalur darat.
Setelah itu, perjalanan laut dilanjutkan dengan speedboat atau perahu kecil selama dua jam menuju Pulau Bomba.
Dari sana, hanya dibutuhkan sekitar 10 menit perjalanan ke Pulau Poya Lisa.-***





