Kelebihan fruktosa dari minuman manis dapat diubah menjadi lemak dan menyebabkan penumpukan lemak hati, berkontribusi pada resistensi insulin dan akhirnya diabetes tipe 2.
Sebaliknya, gula dari makanan padat (buah, biji-bijian, produk susu) biasanya disertai serat, lemak sehat, dan protein. Komponen ini memperlambat penyerapan gula oleh tubuh, menjaga stabilitas kadar gula darah, dan mengurangi beban kerja organ hati.
Pesan Penting: Gula Tidak Sama, Tergantung Sumbernya
Hasil penelitian ini memperkuat seruan agar minuman manis dibatasi secara ketat, khususnya dalam kebijakan kesehatan masyarakat.
Peneliti juga mendorong pemahaman yang lebih mendalam soal bagaimana bentuk dan sumber gula memengaruhi tubuh.
“Tidak semua gula berdampak sama. Yang penting adalah bagaimana dan dari mana kita mengonsumsinya,” tutup Prof. Karen sebagaimana dikutip dari al arabiya.net. ***





