KITAINDONESIASATU.COM – Kitab monumental Al-Hikam karya Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakkandari menyimpan kedalaman spiritual yang luar biasa. Salah satu ajaran yang sangat mendalam tertuang dalam hikmah kesembilan, yang membahas tentang hakikat bentuk amal dan ruh di dalamnya.
Dalam kutipan hikmah tersebut, beliau menegaskan bahwa setiap ragam amal perbuatan manusia pada dasarnya hanyalah sebuah kerangka atau struktur lahiriah yang tampak mati. Amal-amal tersebut baru akan menjadi hidup dan bernilai di hadapan Allah SWT apabila di dalamnya ditiupkan ruh, yakni rahasia keikhlasan (sirrul ikhlas).
Pesan spiritual ini menjadi tamparan sekaligus pengingat berharga bagi umat Muslim. Banyak orang terjebak pada kuantitas ritual formal, namun melupakan substansi hati. Sebuah ibadah yang terkesan kecil namun dikerjakan dengan ketulusan penuh, jauh lebih mulia daripada tumpukan amal besar yang dikotori oleh riya atau kesombongan.
Melalui hikmah ke-9 ini, umat diajak untuk melakukan introspeksi mendalam. Keikhlasan sejati adalah kunci utama yang menghidupkan setiap jengkal aktivitas ibadah, menjadikannya jembatan spiritual yang kokoh menuju rida Sang Pencipta.(*)




