KITAINDONESIASATU.COM – Orang yang menunaikan ibadah haji berharap meraih predikat mabrur di sisi Allah SWT. Maka, untuk mendapatkannya harus benar-benar meluruskan niatnya karena Allah SWT, bukan karena tujuan lainnya.
Selain itu menunaikan ibadah haji sesuai dengan tuntutan yang telah diajarkan dalam syariat Islam, serta menunaikan semua rukun dan kewajiban-kewajiban haji dengan penuh Ikhlas.
Juga menjaga sikap dan perilaku selama menunaikan rukun Islam yang kelima ini juga sangat berpengaruh untuk bisa meraih predikat haji mabrur.
Tidak hanya usaha lahir, jamaah haji juga harus berikhtiar secara batin, yaitu memohon dan berdoa kepada Allah SWT agar ibadah haji yang mereka lakukan bisa termasuk pada haji yang mabrur.
Imam Ibnu Rajab ad-Dimisyqi (wafat 795 H) dalam salah satu karyanya mengatakan bahwa untuk meraih predikat mabrur, orang yang menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk membaca doa berikut:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا
Teks Latin: Allahummaj’alhu hajjan mabrura, wa dzamban maghfura, wa sa’yan masykura
Artinya, “Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah haji ini) sebagai haji yang mabrur, doa yang terampuni dan usaha yang disyukuri.”
Tata Cara dan Waktunya
Anjuran membaca doa di atas bagi orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji adalah ketika mereka sudah selesai dari menunaikan semua ritual dan kewajiban-kewajiban haji, tepatnya ketika sudah hendak menunaikan tahalul dari ihramnya dengan melempar jumrah aqabah, maka dianjurkan membaca doa tersebut:
يُشْرَعُ لِلْحَاجِ إِذَا فَرَغَ مِنْ أَعْمَالِ حَجِّهِ وَشَرَعَ فِي التَّحَلُّلِ مِنْ إِحْرَامِهِ بِرَمْيِ جمْرَةِ الْعَقبَةِ يَوْمَ النَّحرِ أَنْ يَقُوْلَ: اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا الخ
Artinya, “Disyariatkan (sunnah) bagi orang haji ketika sudah selesai dari kewajiban hajinya dan memulai untuk tahalul dari ihramnya dengan melempar jumrah aqabah pada hari raya qurban, untuk membaca doa: allahummaj’alhu hajjan mabrura dan seterusnya.” (Imam Ibnu Rajab, Lathaiful Ma’arif fima li Mawasimil ‘Am minal Wadhaif).
Sementara itu, menurut Syekh Sulaiman al-Jamal, mengutip pendapat Imam al-Isnawi, bahwa doa di atas hanya disunahkan ketika menunaikan ibadah haji saja, sementara orang yang umrah dianjurkan mengganti lafal hajjinya menjadi umrah. Dalam kitabnya ia mengatakan:
قَالَ الْإِسْنَوِيُّ وَالْمُنَاسِبُ لِلْمُعْتَمِرِ أَنْ يَقُولَ عُمْرَةً مَبْرُورَةً
Artinya, “Imam al-Isnawi berkata: Adapun yang pantas bagi orang yang umrah adalah berdoa umratan mabrurah (bukan hajjan mabrura).” (Sulaiman al-Jamal, Hisyiyatul Jamal ‘ala Syarhil Minhaj).
Dengan demikian, maka teks doa bagi orang yang sedang umrah adalah sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا عُمْرَةً مَبْرُورَةً وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا
Teks Latin: Allahummaj’alha umratan mabrurah, wa dzamban maghfura, wa sa’yan masykura
Artinya, “Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah umrah ini) sebagai umrah yang mabrurah, doa yang terampuni dan usaha yang disyukuri.”
Keutamaan Haji Mabrur
Keutamaan haji mabrur pada hakikatnya sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya. Karena itu, jemaah haji sangat mendambakan predikat tersebut. Sebab, Allah SWT menyediakan balasan yang sangat istimewa baginya. Salah satunya adalah akan dimasukkan ke dalam surga, sebagai balasan dari ibadah mabrur tersebut.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat Muslim, Rasulullah saw bersabda:
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
Artinya, “Haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR Muslim).
Itulah doa, tata cara serta keutamaan haji mabrur. Dengan haji mabrur, maka perjalanan jauh dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit tIdak sia-sia namun menjadi pengalaman spiritual yang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menjadi tabungan pahala untuk dibawa menuju akhirat. Aamiin. (*)





