KITAINDONESIASATU.COM – Syekh Ibn Ata’illah as-Sikandari dalam kalam hikmah ke-41 Kitab Al-Hikam menegaskan sebuah hakikat spiritual: “Bagaimana mungkin Allah terhalang oleh sesuatu, padahal Dia-lah yang menampakkan segala sesuatu.”
Hikmah ini mengingatkan manusia bahwa Keberadaan Allah sangat nyata dan terang benderang, melebihi terang cahaya di alam semesta.
Kebanyakan manusia merasa sulit “melihat” kehadiran Tuhan karena mata hatinya tertutup oleh kecintaan berlebih pada dunia. Dunia dan segala reaches materinya sering kali dijadikan “hijab” atau penghalang spiritual.
Padahal, seluruh makhluk dan fenomena di alam semesta ini hanyalah pemantul dari keagungan serta tanda-tanda kekuasaan Sang Pencipta. Menganggap ciptaan dapat menutupi Kehadiran-Nya adalah sebuah kekeliruan besar.
Pelajaran penting dari hikmah ini adalah perintah untuk membersihkan cermin hati (qalb) dari keterikatan makhluk.
Saat seseorang berhasil melepaskan ketergantungan pada selain Allah, ia tidak lagi memandang dunia sebagai penghalang, melainkan sebagai jalan untuk semakin mengenal dan mendekatkan diri kepada-Nya. Hati yang bersih akan selalu menyaksikan keagungan Allah dalam setiap jengkal kehidupan.(*)




