KITAINDONESIASATU.COM — Kitab monumental Al-Hikam karya ulama sufi Syekh Ibnu ’Athaillah as-Sakandari terus menjadi tuntunan spiritual umat Islam. Pada bait hikmah ke-51, ulama asal Alexandria tersebut menekankan pesan mendalam mengenai hakekat kemuliaan seorang hamba yang sejati di hadapan Sang Pencipta.
Melalui hikmah tersebut, Syekh Ibnu ’Athaillah menegaskan bahwa kemuliaan manusia tidak diukur dari kedudukan duniawi, harta, maupun pujian sesama manusia. Kemuliaan sejati justru lahir saat seorang hamba membebaskan hatinya dari keterikatan makhluk dan sepenuhnya menyandarkan harapan serta penghambaan hanya kepada Allah SWT.
Penghambaan total kepada Allah melepaskan manusia dari perbudakan nafsu dan materi. Ketika seseorang mampu merendahkan diri di hadapan Tuhan, Allah akan mengangkat derajatnya dan memberikan ketenangan batin yang tidak dapat dibeli dengan materi duniawi.
Para alim ulama mengingatkan agar pesan spiritual ini menjadi pengingat harian di tengah kompleksitas kehidupan modern.
Mengamalkan isi hikmah ke-51 membantu membentengi diri dari sifat sombong dan keserakahan, sekaligus membimbing umat untuk senantiasa menjaga keikhlasan niat dalam setiap ibadah dan aktivitas harian.(*)




