KITAINDONESIASATU.COM-Kafe Kebon Kita yang berdiri sejak 8 Oktober 2022.menghadirkan oase hijau dengan konsep open space dan suasana natural.Ornamen kayu dan taman hijau yang asri disuguhkan layaknya kafe-kafe di Bali.
Kafe ini menjadi pilihan populer bagi keluarga, teman-teman yang ingin hangout, maupun mereka yang mencari suasana alam asri yang lokasinya bersebelahan dengan Mal Carstensz,
Yang membuat kafe ini istimewa adalah masakan modern khas Indonesia hasil kreasi Chef Patrick Ramond dari restoran Michelin Star di Jerman ini, mengolah berbagai masakan daerah tradisional menjadi sajian modern yang memikat.
Sejumlah menu andalan yang wajib dicoba di antaranya Aromatic Tomyam, Sup Buntut Bakar, Chicken Stroganoff, Sea Salt Latte, dan Es Kopi Kebon. Harganya mulai dari Rp 20 ribuan hingga ratusan ribu rupiah, Bahkan, Kebon Kita cocok untuk semua kalangan yang ingin menikmati secangkir kopi atau bersantap mewah.
Tak hanya unggul dalam sajian kuliner, kafe di Kabupaten Tangerang ini, juga sering menjadi venue acara, bazar, dan kegiatan komunitas lainnya. Area terbuka hijau yang luas membuat suasana di kafe ini terasa nyaman dan hangat, sesuai dengan filosofi namanya, Kebon Kita.
Public Relation Kebon Kita, Reza Kusuma Ridwan, menjelaskan, salah satu daya tarik kafe ini adalah konsep alaminya yang unik.“Kebon Kita adalah sedikit dari banyak kafe yang menyajikan area terbuka hijau yang natural dan nyaman untuk tempat hangat bersama keluarga atau teman-teman,” ujarnya seperti dilansir Infotangerang.id, kemarin.
Lokasi tepatnya di Jalan Damar Poso 8 No. 23 Blok AA8, RT 1/RW 1, Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, dan jam bukanya setiap hari mulai pukul 07.00-23.00 WIB.
Sebagai salah satu wajib pajak yang rutin mendukung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang, Kebon Kita mendapatkan apresiasi melalui promosi yang turut diberikan Bapenda.
Kerja sama ini memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha sekaligus meningkatkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. “Menurut saya sangat positif untuk para pelaku usaha itu sendiri. Selain mendapat penghasilan dari pelaku usaha, tapi juga ada timbal baliknya untuk para pelaku usaha itu sendiri,” kata Reza.
“Harapan ke depannya bisa terus mendukung para pelaku usaha, selain dari program-program yang sudah berjalan mungkin bisa ditingkatkan lagi dan semakin banyak program yang lebih dekat dengan pelaku usaha itu sendiri,” ujarnya Reza.






Respon (1)