KITAINDONESIASATU.COM – Lubuklinggau, yang dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Lahat, kini dikenal sebagai gerbang menuju Dataran Tinggi Pasennah.
Wilayah dataran tinggi ini menyimpan berbagai peninggalan prasejarah seperti ukiran batu megalitikum, makam kuno, tiang batu, serta reruntuhan lainnya yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 100 Masehi.
Situs ini dianggap sebagai salah satu contoh paling mengesankan dari seni ukir batu prasejarah di Indonesia.
Berbagai batu berbentuk unik diukir menjadi representasi tokoh-tokoh prajurit, beberapa digambarkan menunggang gajah, bertarung dengan kerbau, atau melawan ular.
Tak hanya itu, kawasan Gunung Dempo di sekitar wilayah ini juga menyimpan peninggalan lain seperti dolmen (meja batu), tempat pemujaan, lukisan berwarna, serta karya seni kuno lainnya yang menunjukkan nilai budaya tinggi masyarakat zaman dulu.
Salah satu destinasi alam menarik di Lubuklinggau adalah Bukit Sulap. Terletak di sebelah tenggara kota, Bukit Sulap menjadi tujuan wisata alam sekaligus tempat rekreasi dan relaksasi yang populer.
Dengan luas sekitar 68.593 hektar dan berada di ketinggian 471 meter di atas permukaan laut, bukit ini menawarkan pemandangan yang asri dan udara yang sejuk.
Kawasan ini cocok untuk kegiatan seperti jalan-jalan santai, piknik keluarga, atau sekadar menikmati suasana pegunungan.
Selain kekayaan alam dan budaya, Lubuklinggau juga memiliki peninggalan infrastruktur dari masa kolonial.
Salah satunya adalah bangunan irigasi yang dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1941.
Sistem irigasi ini memanfaatkan aliran air dari Sungai Kelingi dan hingga kini masih memberi manfaat bagi pertanian di sekitar wilayah tersebut.-***





