KITAINDONESIASATU.COM – Kram betis terjadi ketika otot betis menegang tiba-tiba dan berkontraksi tanpa kendali, menimbulkan nyeri yang tajam.
Kondisi ini bisa berlangsung beberapa menit dan membuat otot terasa kaku serta lemah setelahnya.
Meski umumnya tidak berbahaya, kram betis bisa mengganggu aktivitas, sehingga penting memahami penyebab dan langkah penanganannya.
Beberapa faktor umum penyebab kram betis antara lain kelelahan otot akibat aktivitas berat atau olahraga tanpa pemanasan, duduk atau berdiri terlalu lama, kekurangan elektrolit seperti magnesium dan kalium, serta dehidrasi.
Ibu hamil, terutama pada trimester akhir, juga rentan mengalami kram akibat perubahan sirkulasi darah dan peningkatan tekanan pada otot kaki.
Penuaan juga menjadi faktor karena otot kehilangan elastisitas seiring bertambahnya usia.
Selain itu, gangguan saraf (misalnya akibat kekurangan vitamin B12), penyakit arteri perifer, varises, serta efek samping obat-obatan seperti diuretik dan statin turut berperan.
Beberapa kondisi medis, seperti gangguan ginjal, anemia, atau gangguan tiroid, juga dapat memicu kram betis.
Untuk mengatasi kram, Anda bisa meregangkan otot betis dengan menekuk pergelangan kaki ke arah tubuh, memijat area yang kram, menekan telapak kaki ke lantai, atau mengompres hangat bagian betis.
Bila nyeri tak tertahankan, paracetamol bisa digunakan.
Pencegahan meliputi pemanasan sebelum olahraga, mencukupi asupan cairan, menghindari duduk atau berdiri terlalu lama, serta memenuhi kebutuhan mineral tubuh.
Jika kram terus terjadi atau disertai gejala lain, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.-***





