KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki malam ke-22 Ramadan, semangat umat Muslim dalam menjalankan ibadah salat tarawih kian memuncak. Setelah melewati malam ganjil pertama di sepuluh hari terakhir, tarawih malam ke-22 menyimpan fadhilah (keutamaan) yang sangat menyejukkan hati bagi setiap mukmin yang menghidupkannya.
Berdasarkan kitab Durratun Nasihin, keutamaan salat tarawih pada malam ke-22 adalah Allah SWT akan menyelamatkan hamba-Nya dari segala bentuk kesedihan dan kesusahan di hari kiamat kelak. Di saat manusia merasa kalut dan ketakutan menghadapi hisab, mereka yang istikamah tarawih hingga malam ini akan diberikan ketenangan batin oleh Sang Pencipta.
Makna spiritual tarawih malam ke-22, yakni: janji keselamatan dari duka cita di padang mahsyar menjadi motivasi utama bagi jemaah untuk tidak kendor di fase Itqun minan Naar (pembebasan dari api neraka). Malam ini merupakan ujian istikamah setelah melewati malam ke-21 yang biasanya sangat padat oleh pemburu Lailatul Qadar.
Selain pahala ukhrawi, tarawih malam ini menjadi sarana refleksi diri untuk melepaskan beban duniawi demi meraih rida Allah. Tak mengherankan jika kondisi masjid-masjid di berbagai daerah pun terpantau masih dipadati jemaah yang melakukan iktikaf sekaligus tarawih.
Para ulama mengingatkan agar umat tidak hanya mengejar malam ganjil, tetapi juga menjaga kualitas ibadah di malam-malam genap seperti malam ke-22 ini, karena setiap detik di penghujung Ramadan adalah emas yang tak ternilai.(*)





