KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki malam ketujuh bulan suci Ramadan, antusiasme umat Muslim dalam melaksanakan ibadah salat Tarawih di berbagai masjid terpantau tetap tinggi. Selain mengejar rida Allah SWT, motivasi jamaah juga didorong oleh besarnya keutamaan atau fadhilah yang dijanjikan pada malam ketujuh ini.
Berdasarkan kitab Durratun Nasihin, dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan salat Tarawih pada malam ketujuh akan mendapatkan pahala yang sangat istimewa.
Nilai ibadahnya disetarakan dengan pahala orang-orang yang membantu perjuangan Nabi Musa AS saat melawan Fir’aun dan pengikutnya yang tersesat.
Keutamaan ini menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa setiap rakaat yang ditegakkan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk napak tilas spiritualitas para pejuang tauhid terdahulu.
Dengan menghidupkan malam ketujuh, seorang hamba diharapkan mampu menyerap semangat keteguhan iman dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Para ulama mengimbau agar semangat beribadah ini tidak mengendur seiring berjalannya waktu. “Malam ketujuh adalah momentum penguatan mental. Sebagaimana Nabi Musa dibantu oleh Allah mengalahkan kebatilan, kita berharap ibadah malam ini mengalahkan nafsu buruk dalam diri,” ujar salah satu pemuka agama saat memberikan kultum.(*)





