Lifestyle

Keutamaan Malam ke-23 Tarawih: Memasuki “Kota Surga” di Sepuluh Malam Terakhir

×

Keutamaan Malam ke-23 Tarawih: Memasuki “Kota Surga” di Sepuluh Malam Terakhir

Sebarkan artikel ini
Jemaah melaksanakan salat tarawih di masjid. (tiyo/KIS)
Jemaah melaksanakan salat di masjid. (tiyo/KIS)

KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadan, antusiasme umat Muslim dalam melaksanakan salat tarawih semakin meningkat. Selain mengejar kemuliaan Lailatul Qadar, para jemaah juga memburu keutamaan khusus yang terkandung di setiap malamnya. Berdasarkan kitab Durratun Nasihin, malam ke-23 menjanjikan ganjaran yang sangat istimewa bagi mereka yang istiqamah.

Fadhilah salat tarawih pada malam ke-23 disebutkan bahwa Allah SWT akan membangunkan sebuah kota di dalam surga bagi hamba-Nya yang mendirikan salat tersebut. Janji ini menjadi motivasi spiritual yang kuat bagi kaum muslimin untuk tidak mengendurkan ibadah meski rasa lelah mulai melanda di penghujung bulan suci.

Makna Spiritual di Balik Janji “Kota Surga”

Para ulama memaknai “pembangunan kota” ini sebagai simbol kemuliaan dan tempat tinggal yang kekal bagi mereka yang mampu menjaga konsistensinya. Malam ke-23 juga sering kali jatuh pada malam ganjil, yang dipercaya memiliki peluang besar terjadinya Lailatul Qadar.

Oleh karena itu, malam ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan momen krusial untuk:

  • Memperpanjang sujud dan doa.
  • Meningkatkan kekhusyukan di tengah riuhnya persiapan lebaran.
  • Memperkuat ikatan spiritual dengan Sang Pencipta.

Dengan semangat mengejar hunian di surga-Nya, masjid-masjid diharapkan tetap penuh sesak oleh jemaah yang mengharap rida dan ampunan Allah SWT.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *