Saat tubuh berjalan cepat selama sekitar 20 menit, proses pembakaran lemak mulai meningkat lebih optimal.
Jika diteruskan beberapa menit setelahnya, metabolisme tubuh akan bekerja lebih efisien.
Lebih Aman untuk Sendi Dibanding Berlari
Salah satu alasan jalan cepat dinilai unggul adalah tekanan yang jauh lebih ringan pada sendi.
Aktivitas ini lebih ramah bagi lutut dibandingkan lari jarak jauh.
Beberapa penelitian ortopedi menunjukkan pelari jangka panjang lebih rentan mengalami gangguan pada sendi lutut dibanding mereka yang rutin berjalan cepat.
Karena itu, olahraga ini sangat direkomendasikan untuk usia paruh baya dan lanjut usia.
Selain aman, berjalan cepat juga melibatkan lebih dari 80 persen kelompok otot tubuh.
