Para ahli menilai perbedaan paling jelas antara teh panas dan dingin terletak pada cita rasanya. Teh dingin umumnya terasa lebih ringan dan tidak terlalu pahit, sehingga lebih disukai sebagian orang, terutama saat cuaca panas.
Terlepas dari cara penyeduhannya, teh tetap menjadi sumber polifenol, yakni senyawa tanaman yang dikenal memiliki beragam manfaat kesehatan.
Konsumsi teh secara rutin dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah, termasuk potensi membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol LDL.
Beberapa studi juga menunjukkan bahwa peminum teh memiliki risiko stroke 20–25 persen lebih rendah.
Selain itu, konsumsi teh hijau dan hitam secara teratur dikaitkan dengan perlindungan terhadap penurunan fungsi kognitif, berkat peran antioksidan dalam menekan peradangan dan stres oksidatif.
Ahli gizi menyarankan konsumsi teh dalam jumlah sedang, sekitar dua hingga empat cangkir per hari, untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa efek samping kafein berlebihan.


