Studi yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine itu menekankan pentingnya berjalan secara berkelanjutan, bukan sekadar sering melangkah sebentar-sebentar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berjalan tanpa henti selama 10 hingga 15 menit memberikan dampak kesehatan yang lebih signifikan dibandingkan berjalan singkat kurang dari lima menit.
Dalam analisis terhadap orang dewasa dengan aktivitas fisik rendah, terlihat perbedaan mencolok antara kedua kebiasaan tersebut.
Individu yang berjalan kurang dari 8.000 langkah per hari, tetapi melakukannya dalam satu atau dua sesi berjalan terus-menerus selama 10–15 menit, tercatat memiliki risiko kematian dan penyakit jantung yang lebih rendah.
Sebaliknya, mereka yang hanya berjalan dalam durasi sangat singkat justru menunjukkan risiko lebih tinggi terhadap serangan jantung dan stroke.
Matthew Ahmadi, peneliti dari Mackenzie Wearables Research Hub, menyebut anggapan bahwa seseorang harus mencapai 10.000 langkah per hari tidak sepenuhnya benar.


