KITAINDONESIASATU.COM — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama DPR RI menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja di Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 11 September 2026 kemarin, bertempat di Qur’an Center Nurul Islam, Desa Butuh, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Acara menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Muhammad Haris S.S., M.Si., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Ir. Rusman Efendi, MM., serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang Dewanto Leksono WS, STP, MM.
Turut hadir Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd., Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud, S.H.I., serta Kepala Desa Butuh, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Andi Susanto, S.E., selaku tuan rumah.
Muhammad Haris: Keluarga Merupakan Harta yang Paling Berharga
Dalam sambutannya, Dr. H. Muhammad Haris S.S., M.Si., menyampaikan apresiasi dan menyambut para peserta dalam kegiatan sosialisasi program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.
“Selamat datang bapak ibu di acara sosialisasi program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana. Hari ini kita acara bersama BKKBN, di sini ada Bapak Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang,” ujar Muhammad Haris.
Anggota Komisi IX DPR RI tersebut menjelaskan, Komisi IX DPR RI merupakan salah satu dari 13 komisi di DPR RI yang memiliki lingkup tugas di bidang kesehatan, ketenagakerjaan dan jaminan sosial.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Tujuannya bersama Indonesia maju, menuju Indonesia Emas 2045. Nanti akan ada materi yang dibawakan untuk kita simak bersama-sama, sesi tanya jawab dan pembagian doorprize,” katanya.
Muhammad Haris juga menekankan pentingnya perhatian terhadap keluarga. Menurut dia, keluarga merupakan aset yang sangat berharga sehingga setiap anggota keluarga perlu saling memperhatikan.
“Bicara keluarga itu panjang, harta kita paling berharga adalah keluarga. Perhatikan istrinya, suaminya, anak-anaknya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memahami konsep 4T dalam kehamilan, yaitu terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat dan terlalu banyak.
“Kalau dari BKKBN salah satu yang harus selalu diingat itu hindari namanya 4T, terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat, terlalu banyak. Intinya, anaknya kalau belum waktunya nikah dan hamil ya jangan buru-buru,” tegasnya.
Rusman Efendi: Program BKKBN Kini Semakin Besar dan Menyentuh Masyarakat
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Ir. Rusman Efendi, MM., menyampaikan terima kasih kepada mitra kerja, khususnya Dr. H. Muhammad Haris selaku Anggota Komisi IX DPR RI, yang selama ini membantu menyampaikan berbagai program kepada masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada mitra kerja kita Bapak Haris, Anggota Komisi IX DPR RI, yang sudah banyak membantu kami dalam menyampaikan program, salah satunya adalah acara hari ini,” kata Rusman Efendi.
Ia menjelaskan bahwa BKKBN saat ini telah bertransformasi menjadi kementerian sehingga program yang dijalankan menjadi lebih besar dan semakin langsung menyentuh masyarakat, khususnya keluarga di berbagai daerah.
“BKKBN saat ini sudah bertransformasi menjadi kementerian, jadi saat ini program yang ada di BKKBN menjadi lebih besar dan langsung menyentuh masyarakat, khususnya keluarga di setiap daerah,” ujarnya.
Rusman menyebut Program Bangga Kencana menjadi salah satu program yang terus disosialisasikan kepada masyarakat. Salah satu bagian penting di dalamnya adalah program keluarga berencana.
Ia kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memahami 4T. Menurutnya, persoalan kehamilan dan persalinan tidak hanya perlu dipahami oleh perempuan, tetapi juga oleh laki-laki atau para suami.
“Kehamilan dan melahirkan ini nggak cuma ibu-ibu yang harus tahu, tapi bapak-bapak juga, karena kalau ibu atau calon ibu hamil dalam kondisi yang tidak tepat itu bisa berbahaya,” jelasnya.
DP3AKB Kabupaten Semarang Tekankan Penguatan Keluarga
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono WS, STP, MM., menyampaikan materi mengenai sinergitas prioritas pembangunan keluarga.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK serta seluruh unsur masyarakat dalam memperkuat ketahanan dan pembangunan keluarga.
Dewanto juga menyinggung kasus yang sempat ramai di wilayah Bandungan, Kabupaten Semarang, terkait seorang bayi yang dilahirkan di kamar mandi dan kemudian meninggal dunia.
“Jadi ini tidak jauh dari materi mengenai pembangunan keluarga. Mari sama-sama kita perkuat pengetahuan kita tentang keluarga, lebih peduli dengan keluarganya dan orang-orang di sekitarnya, jangan sampai kejadian itu terjadi lagi,” kata Dewanto.
Menurutnya, kasus pembuangan bayi merupakan salah satu gambaran adanya persoalan dalam pembangunan keluarga yang harus menjadi perhatian bersama.
“Pembuangan bayi ini wujud ketidakberhasilannya. Tapi ini bukan hanya tanggung jawab ibu-ibu saja, tapi juga ayahnya,” tegasnya.
Dewanto juga mengajak masyarakat menerapkan semangat #AyahWajibHadir dalam kehidupan keluarga. Ia menjelaskan fenomena fatherless, yakni kondisi ketika seorang anak tidak mendapatkan dampak kehadiran ayah secara optimal meskipun sosok ayah secara fisik ada.
“Ada fenomena namanya fatherless, di mana walaupun ada ayah tapi malah anaknya tidak mendapat efek kehadiran ayahnya. Angkanya cukup besar yaitu satu dari empat anak di Indonesia yang mengalaminya. Jangan sampai warga sini malah mengalami ini,” ujarnya.
Program Prioritas Kemendukbangga
Dalam kesempatan tersebut, Dewanto juga menjelaskan sejumlah program prioritas Kemendukbangga, di antaranya Genting, Sidaya, GATI dan Tamasya. Selain itu, terdapat pelaksanaan MBG 3B yang turut mendukung program prioritas Presiden RI.
Program tersebut, menurutnya, memiliki perhatian khusus terhadap ibu hamil, ibu menyusui dan baduta non-PAUD.
Salah satu program yang turut menjadi perhatian adalah Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Program tersebut merupakan reformulasi Program Bina Keluarga Balita dan Anak (BKB), dengan penajaman pada pentingnya keberadaan lembaga di setiap desa/kelurahan, lingkungan perkantoran maupun industri untuk menginisiasi tempat penitipan anak.
Langkah tersebut ditujukan agar hak-hak anak pada usia keemasan dapat ditunaikan dengan tetap memperhatikan produktivitas ekonomi kedua orang tua.
Selain itu, fokus kebijakan TPK terkini mencakup pendampingan keluarga berbasis data, pelaksana lapangan quick win melalui program Genting, Tamasya, GATI dan Sidaya, serta pelaksana lapangan MBG.
Perkuat Kolaborasi untuk Pencegahan Stunting
Dalam kegiatan tersebut, para pihak yang hadir dan terlibat dalam sosialisasi juga menitikberatkan perhatian terhadap persoalan stunting di Kabupaten Semarang.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, DPRD, pemerintah desa dan masyarakat dinilai penting untuk mendukung pembangunan keluarga sekaligus menyukseskan visi Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045.
Sosialisasi Program Bangga Kencana bersama mitra kerja tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana, pengasuhan anak, kehadiran ayah dalam keluarga serta upaya pencegahan stunting.
Melalui sinergi berbagai pihak, program pembangunan keluarga diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga di Kabupaten Semarang dan Jawa Tengah.



