KITAINDONESIASATU.COM – Arab Saudi menutup sementara jaringan pipa minyak East-West Pipeline sepanjang sekitar 1.200 kilometer setelah fasilitas tersebut diserang drone pada Jumat, 11 September 2026.
Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus menghentikan sementara aliran minyak menuju jalur ekspor yang melintasi wilayah Arab Saudi.
Serangan drone tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah bagian jaringan pipa yang berada di wilayah Riyadh dan Madinah. Rekaman dari lokasi menunjukkan adanya kepulan asap, sementara sejumlah peralatan operasional jaringan pipa juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, drone diduga diluncurkan dari arah Irak. Pemerintah Arab Saudi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pihak yang berada di balik serangan tersebut. Hingga kini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab.
East-West Pipeline Jadi Jalur Penting Ekspor Minyak Saudi
East-West Pipeline memiliki peran strategis bagi ekspor minyak Arab Saudi karena menghubungkan ladang minyak Abqaiq di bagian timur dengan Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah. Jalur tersebut memungkinkan pengiriman minyak menuju kawasan barat tanpa sepenuhnya bergantung pada jalur laut melalui Selat Hormuz.
Pengoperasian jaringan pipa tersebut berada di bawah Saudi Aramco. Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan penghentian sementara dilakukan untuk menjaga keselamatan operasional setelah serangan terjadi.
Peristiwa ini berlangsung ketika kawasan Timur Tengah menghadapi ketegangan geopolitik dan gangguan lalu lintas energi di sekitar Selat Hormuz. Kondisi tersebut membuat jalur alternatif pengiriman minyak menjadi semakin penting bagi negara-negara produsen di kawasan Teluk.
Pemerintah Irak juga menyebut dugaan lokasi peluncuran drone berada di Provinsi Maysan, wilayah tenggara Irak. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai kelompok yang melancarkan serangan tersebut.
Sejumlah kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan Iran memang beroperasi di Irak, tetapi keterlibatan kelompok tertentu dalam serangan terhadap East-West Pipeline belum dapat dipastikan. Analis keamanan Wolfgang Pusztai menduga serangan tersebut mungkin berkaitan dengan kepentingan kelompok yang didukung Iran, tetapi dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.





